Oleh : Baguspras
Dimana-mana yang namanya masalah tidak sedikit yang merugikan kita. Bahkan sampai-sampai ada orang yang harus lari dari masalah karena merasa begitu besar dan tidak ada jalan keluarnya.
Tulisan ini mengajak kita memiliki sebuah perspektif untuk menyikapi masalah yang kita hadapi.Jika kita menilai kehidupan ini secara negatif, maka masalah adalah musuh terbesar dalam hidup kita, tapi kita memandang dengan sudut pandang yang positif dan sehat, maka masalah adalah sahabat terbaik yang akan membuat kita naik ke level yang lebih tinggi dalam hidup kita.
Apabila masalah datang, jangan terpengaruh dengan dampak yang ditimbulkannya tapi segera cari akar permasalahannya.
Ada 2 Jenis Masalah yang timbul :
1. Masalah dari dalam (Masalah Buatan)
Masalah ini sering kita alami, bahkan 90% masalah yang terjadi dalam hidup kita adalah masalah buatan.
Kita harus sadari bahwa seringkali kita salah jalan karena kita tidak memahami seluk beluk jalan itu atau kita tidak memiliki peta jalannya. Masalah timbul jika kita sudah tersesat dan bingung untuk menyelesaikan perjalanan kita, mau pulang gak tahu jalan balik, mau terus tambah tersesat. Dan akhirnya kita makan buah simalakama.
Contoh masalah yang sering kita dapati adalah masalah keuangan. Kenapa banyak orang terlilit dengan hutang dan terus menerus hidup kekurangan. Disini letak masalahnya bukan karena penghasilan/pendapatannya kecil...tapi titik masalahnya adalah "besar pasak dari pada tiang"
Seringkali kita mengatakan kambing hitam masalah kita adalah gaji yang kecil. Tapi sadarilah bahwa "kambing hitam" itu adalah diri kita sendiri...hahaha kambing cari kambing.
Dari kasus tersebut coba kita lihat dari sudut pandang yang lebih objektif dan cari akar masalahnya. Coba kita telusuri "gaya hidup" kita. Ada banyak orang ingin berpenampilan "bos" tapi gajinya "office boy". Mereka memaksakan diri agar orang lain memandang dia sebagai "orang sukses" dan supaya dia tidak direndahkan....pasti....sang "bos" bergaji "office boy" ini tidak akan pernah mengalami terobosan keuangan.
Kita harus membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Jika itu adalah keinginan, upayakan untuk ditunda sampai kita memiliki dana cukup untuk memenuhi keinginan itu. Jangan sampai "ngutang" hanya untuk memenuhi keinginan kita.
Oya, saya memiliki referensi e-book bagus buat anda yang mengalami masalah keuangan, klik di http://kebebasanfinansial.cjb.net ...disana ada langkah-langkah praktis untuk mengatur cash flow agar anda bebas dari jerat hutang.
Kembali ke topik semula....ke inti masalah...hehehe
Akar masalah juga bisa berasal dari rasa gengsi yang tinggi. Gengsi membuat orang sangat boros. Orang seperti ini terus menerus terjebak dengan penilaian orang lain. Jadilah diri kita sendiri, hidup kita ditentukan oleh kita sendiri, bukan oleh orang lain. Jangan sampai terjebak dalam lingkaran yang tidak pernah ada ujungnya.
Saya percaya disaat kita mulai bertindak untuk menyelesaikan akar permasalahan, maka kita akan melihat ada beberapa hal dalam hidup kita juga berubah (jauh lebih baik) bahkan masalah tersebut akan hilang tanpa kita sadari seiiring dengan langkah-langkah "kebenaran" yang kita terus kita ambil.
Perbaiki diri kita dengan mengubah konsep pikir yang salah dan tidak membangun yang nantinya akan membuat kita semakin terpuruk. Dan kita melihat bahwa masalah sebenarnya membantu kita untuk menjadi manusia yang memiliki luar biasa.
2. Masalah dari luar
Hal ini terkadang bisa timbul dalam hidup kita. Bisa dari keluarga, teman, rekan bisnis, lingkungan bahkan dari orang yang tidak kita kenal.
Mungkin kita sudah benar, tapi kok masih saja timbul masalah.
Saya bilang sih ini bukan kutukan. Tuhan tidak akan pernah memberikan sesuatu yang buruk dan jangan pernah berkata "kenapa ini bisa terjadi"...sadarilah, ada maksud Tuhan didalamnya agar kita berubah menjadi manusia yang jauh lebih baik, yang tahan uji dan memiliki mentalitas seorang pemenang.
Di Amerika, survey menyebutkan bahwa daya tahan tentara Amerika di garis depan jauh lebih besar daripada tentara yang berada di garis belakang. Tentara yang berada di garis depan memiliki kewaspadaan dan"sense" untuk membela diri yang tinggi. Tetapi tentara yang berada digaris belakang sedikit "santai" dan memiliki kewaspadaan yang rendah. Karena rendahnya kewaspadaan itu sering timbul pertengkaran antar sesama tentara karena hal-hal sepele diluar masalah perang yang sedang dihadapi. Bahkan di garis belakang cenderung akan ribut sendiri. Maka seringkali yang mengalami pergantian (rolling) tentara justru yang mereka ada di garis belakang.
Seperti halnya langkah di point 1...jangan pernah mencari "kambing hitam"...dan jangan meng-"kambinghitamkan" keluarga, teman, dll...tapi cari akar permasalahannya.
Jika kita tahu kebenarannya, maka segera cabut akarnya dan selesaikan dengan segera.
Memang sulit jika berurusan dengan orang lain, karena menyangkut dengan konsep pikir mereka. Tapi upayakan untuk bertindak dengan bijaksana, dengan tidak meng-gurui. Jangan mem-fokuskan diri kepada dampak yang ditimbulkan...sekali lagi jangan terpancing disini. Ini akan membuat kita tidak bisa berpikir jernih untuk menyikapi sebuah masalah.
Berbicaralah secara dewasa dan ungkapkan solusi secara bijaksana.
Oya, jangan menganggap orang-orang yang menimbulkan masalah itu sebagai lawan. Karena jika sudah menganggap mereka lawan, secara tidak langsung kita sudah mematikan potensi penyelesaian masalah itu sendiri.
Saat menghadapi masalah, saya memiliki konsep pikir bahwa "Masalah adalah Jalan yang Tuhan bukakan buat kita untuk menjadikan kita sebagai Sosok Yang Teruji" dan selama kita masih hidup & bernafas, masalah yang timbul tidak akan pernah melampaui kekuatan kita karena itu bagian dari Rancangan-Nya. Tuhan tidak pernah menjanjikan hidaup kita bebas dari masalah tapi Dia berjanji untuk senantiasa memberikan kekuatan & hikmat untuk menyelesaikannya.
Oya...jangan mempunyai keinginan untuk bebas dari masalah...karena itu berarti anda juga memiliki keinginan meninggal dunia dengan cepat....hahaha...Hadapi masalah dan gali potensi yang sebenarnya ada dalam hidup anda dan jadikanlah sebagai “senjata” yang paling efektif dalam kehidupan.
Dimana-mana yang namanya masalah tidak sedikit yang merugikan kita. Bahkan sampai-sampai ada orang yang harus lari dari masalah karena merasa begitu besar dan tidak ada jalan keluarnya.
Tulisan ini mengajak kita memiliki sebuah perspektif untuk menyikapi masalah yang kita hadapi.Jika kita menilai kehidupan ini secara negatif, maka masalah adalah musuh terbesar dalam hidup kita, tapi kita memandang dengan sudut pandang yang positif dan sehat, maka masalah adalah sahabat terbaik yang akan membuat kita naik ke level yang lebih tinggi dalam hidup kita.
Apabila masalah datang, jangan terpengaruh dengan dampak yang ditimbulkannya tapi segera cari akar permasalahannya.
Ada 2 Jenis Masalah yang timbul :
1. Masalah dari dalam (Masalah Buatan)
Masalah ini sering kita alami, bahkan 90% masalah yang terjadi dalam hidup kita adalah masalah buatan.
Kita harus sadari bahwa seringkali kita salah jalan karena kita tidak memahami seluk beluk jalan itu atau kita tidak memiliki peta jalannya. Masalah timbul jika kita sudah tersesat dan bingung untuk menyelesaikan perjalanan kita, mau pulang gak tahu jalan balik, mau terus tambah tersesat. Dan akhirnya kita makan buah simalakama.
Contoh masalah yang sering kita dapati adalah masalah keuangan. Kenapa banyak orang terlilit dengan hutang dan terus menerus hidup kekurangan. Disini letak masalahnya bukan karena penghasilan/pendapatannya kecil...tapi titik masalahnya adalah "besar pasak dari pada tiang"
Seringkali kita mengatakan kambing hitam masalah kita adalah gaji yang kecil. Tapi sadarilah bahwa "kambing hitam" itu adalah diri kita sendiri...hahaha kambing cari kambing.
Dari kasus tersebut coba kita lihat dari sudut pandang yang lebih objektif dan cari akar masalahnya. Coba kita telusuri "gaya hidup" kita. Ada banyak orang ingin berpenampilan "bos" tapi gajinya "office boy". Mereka memaksakan diri agar orang lain memandang dia sebagai "orang sukses" dan supaya dia tidak direndahkan....pasti....sang "bos" bergaji "office boy" ini tidak akan pernah mengalami terobosan keuangan.
Kita harus membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Jika itu adalah keinginan, upayakan untuk ditunda sampai kita memiliki dana cukup untuk memenuhi keinginan itu. Jangan sampai "ngutang" hanya untuk memenuhi keinginan kita.
Oya, saya memiliki referensi e-book bagus buat anda yang mengalami masalah keuangan, klik di http://kebebasanfinansial.cjb.net ...disana ada langkah-langkah praktis untuk mengatur cash flow agar anda bebas dari jerat hutang.
Kembali ke topik semula....ke inti masalah...hehehe
Akar masalah juga bisa berasal dari rasa gengsi yang tinggi. Gengsi membuat orang sangat boros. Orang seperti ini terus menerus terjebak dengan penilaian orang lain. Jadilah diri kita sendiri, hidup kita ditentukan oleh kita sendiri, bukan oleh orang lain. Jangan sampai terjebak dalam lingkaran yang tidak pernah ada ujungnya.
Saya percaya disaat kita mulai bertindak untuk menyelesaikan akar permasalahan, maka kita akan melihat ada beberapa hal dalam hidup kita juga berubah (jauh lebih baik) bahkan masalah tersebut akan hilang tanpa kita sadari seiiring dengan langkah-langkah "kebenaran" yang kita terus kita ambil.
Perbaiki diri kita dengan mengubah konsep pikir yang salah dan tidak membangun yang nantinya akan membuat kita semakin terpuruk. Dan kita melihat bahwa masalah sebenarnya membantu kita untuk menjadi manusia yang memiliki luar biasa.
2. Masalah dari luar
Hal ini terkadang bisa timbul dalam hidup kita. Bisa dari keluarga, teman, rekan bisnis, lingkungan bahkan dari orang yang tidak kita kenal.
Mungkin kita sudah benar, tapi kok masih saja timbul masalah.
Saya bilang sih ini bukan kutukan. Tuhan tidak akan pernah memberikan sesuatu yang buruk dan jangan pernah berkata "kenapa ini bisa terjadi"...sadarilah, ada maksud Tuhan didalamnya agar kita berubah menjadi manusia yang jauh lebih baik, yang tahan uji dan memiliki mentalitas seorang pemenang.
Di Amerika, survey menyebutkan bahwa daya tahan tentara Amerika di garis depan jauh lebih besar daripada tentara yang berada di garis belakang. Tentara yang berada di garis depan memiliki kewaspadaan dan"sense" untuk membela diri yang tinggi. Tetapi tentara yang berada digaris belakang sedikit "santai" dan memiliki kewaspadaan yang rendah. Karena rendahnya kewaspadaan itu sering timbul pertengkaran antar sesama tentara karena hal-hal sepele diluar masalah perang yang sedang dihadapi. Bahkan di garis belakang cenderung akan ribut sendiri. Maka seringkali yang mengalami pergantian (rolling) tentara justru yang mereka ada di garis belakang.
Seperti halnya langkah di point 1...jangan pernah mencari "kambing hitam"...dan jangan meng-"kambinghitamkan" keluarga, teman, dll...tapi cari akar permasalahannya.
Jika kita tahu kebenarannya, maka segera cabut akarnya dan selesaikan dengan segera.
Memang sulit jika berurusan dengan orang lain, karena menyangkut dengan konsep pikir mereka. Tapi upayakan untuk bertindak dengan bijaksana, dengan tidak meng-gurui. Jangan mem-fokuskan diri kepada dampak yang ditimbulkan...sekali lagi jangan terpancing disini. Ini akan membuat kita tidak bisa berpikir jernih untuk menyikapi sebuah masalah.
Berbicaralah secara dewasa dan ungkapkan solusi secara bijaksana.
Oya, jangan menganggap orang-orang yang menimbulkan masalah itu sebagai lawan. Karena jika sudah menganggap mereka lawan, secara tidak langsung kita sudah mematikan potensi penyelesaian masalah itu sendiri.
Saat menghadapi masalah, saya memiliki konsep pikir bahwa "Masalah adalah Jalan yang Tuhan bukakan buat kita untuk menjadikan kita sebagai Sosok Yang Teruji" dan selama kita masih hidup & bernafas, masalah yang timbul tidak akan pernah melampaui kekuatan kita karena itu bagian dari Rancangan-Nya. Tuhan tidak pernah menjanjikan hidaup kita bebas dari masalah tapi Dia berjanji untuk senantiasa memberikan kekuatan & hikmat untuk menyelesaikannya.
Oya...jangan mempunyai keinginan untuk bebas dari masalah...karena itu berarti anda juga memiliki keinginan meninggal dunia dengan cepat....hahaha...Hadapi masalah dan gali potensi yang sebenarnya ada dalam hidup anda dan jadikanlah sebagai “senjata” yang paling efektif dalam kehidupan.
No comments:
Post a Comment
Komentar Anda