Oleh : Baguspras
Miskin atau Kaya adalah sebuah pilihan. Secara pribadi saya kurang setuju dengan istilah "nasib" atau "takdir" karena sebenarnya Tuhan sudah memberikan kemampuan dan potensi untuk bertahan dan bangkit dari kondisi terburuk yang kita alami.
Kadang saya heran dengan orang yang selalu berkata bahwa mereka ditakdirkan sebagai orang miskin, sekarang pertanyaannya...mengapa ada orang-orang sukses yang mempunyai masa lalu hidup dalam kemiskinan bisa bangkit menjadi orang yang berhasil dan kaya?? Berarti pernyataan seperti itu hanya "sebuah" alasan yang dijadikan dasar oleh orang "miskin" tersebut, yang merupakan manifestasi dari "kemalasan" mereka untuk bangkit dan berjuang keluar dari kemiskinan mereka.
Dalam sebuah pandangan (agama) tertentu menyatakan bahwa kemiskinan adalah jalan hidup yang harus mereka jalani sebagai wujud pengabdian mereka kepada kepercayaan/Tuhannya... sekarang pertanyaannya : bagaimana orang lain "MAU" mengikuti jalan hidup mereka utk percaya kpd Tuhan mereka kalau hidupnya penuh kekurangan, selalu minta-minta dan butuh belas kasihan.
Kembali kepada pernyataan saya diatas...kaya atau miskin adalah pilihan kita.
Ada beberapa Mentalitas Orang Miskin yang harus kita buang jauh-jauh :
1. Ogah-ogahan untuk mencoba sesuatu yang baru
Jika ada hal-hal yang baru, orang yang memilki mentalitas ini akan malas untuk mencoba. Padahal didalamnya ada banyak peluang yang bisa diraihnya yang bisa membawa mereka pada keberhasilan.
Bagi orang sukses...mungkin hal tersebut baru dan mereka tidak tahu apa-apa, tetapi dalam tekad mereka, apa salahnya mencoba hal yang baru, kalaupun tidak berhasil toh merupakan pembelajaran bagi mereka...NOTHING TO LOSE...dan kalaupun berhasil, ini merupakan keberhasilan yang belum tentu bisa dialami oleh orang lain.
2. Memiliki 1001 alasan untuk tidak bertindak/berusaha
Sekali lagi, mereka memiliki banyak alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Orang miskin sangat "KREATIF" untuk memberikan alasan-alasan, mereka selalu mengedepankan kelemahan-kelemahan yang mereka miliki sebagai bahan yang dijadikan landasan untuk tidak mengerjakan peluang yang ada didepan mata mereka.
Contohnya : Nggak ada modal lah...terlalu sulit lah...terlalu beresiko lah...saingannya banyak lah...dan masih banyak lagi pertimbangan-pertimbangan yang lain.
Padahal dibalik peluang tersebut ada 1001 jalan dan kreatifitas yang bisa ditempuh meskipun itu sulit, beresiko, mahal dan memiliki banyak saingan.
3. Kalaupun ada usaha yang dilakukan, tidak ada persistensi yang tinggi
Muncul istilah...Yang Kaya Makin Kaya, Yang Miskin Makin Miskin...memang kemampuan orang kaya beda dengan orang miskin sehingga memampukan mereka untuk meraih sesuatu yang mereka harapkan...yang akhirnya bertambah kayalah orang kaya tersebut.
Disinilah letak kesalahannya...orang miskin cepat menyerah dengan kondisi dan keadaan yang menghimpit mereka...nggak salah jika orang miskin semakin miskin.
Saya tidak hanya berbicara masalah uang tetapi juga kemampuan, kreatifitas dan daya juang seseorang.
Orang miskin selalu merasa bahwa mereka tidak mampu, nggak ada sesuatu yang bisa mereka gunakan sebagai kekuatan mereka...yang pastinya selalu berpikir "UNDER ESTIMATE".
Sehingga kesuksesan yang mereka raih adalah "KESUKSESAN SEMENTARA" yang berumur pendek.
4. Terlalu cepat berpuas diri dengan hal-hal yang kecil yang dia miliki
Berpuas diri dan bersyukur adalah sesuatu yang jauh berbeda meskipun tipis secara pengertian.
Kita harus bersyukur dengan kondisi yang kita alami dan atas rejeki yang kita terima tetapi jangan cepat berpuas diri dengan hasil yang sudah kita raih.
Berpuas diri dapat mematikan potensi yang masih kita miliki, yang bisa kita pakai untuk meraih sesuatu yang lebih besar.
Orang sukses bukanlah orang tamak, tetapi orang yang selalu bersyukur dan selalu memiliki keinginan untuk "MENGOLAH" rasa syukur mereka menjadi semangat baru untuk ber-inovasi & berkreasi. Mereka sadar akan potensi mereka sehingga ada sebuah PASSION untuk segera merealisasikan potensi tersebut menjadi sesuatu yang lebih berharga.
Zona Kenyamanan sebagai tempat yang paling aman yang dimiliki orang miskin...meskipun mereka hidup dalam kemiskinan. Mereka selalu menggunakan kedok "pasrah" untuk menerima kondisi mereka dan selalu berkata "Mengucap syukurlah dalam segala keadaan" tanpa berusaha untuk maju & berkembang meraih apa yang sebenarnya bisa dia raih dan kerjakan.
Akhir kata...seorang bayi tidak dapat menjadi orang dewasa yang bisa berjalan, berlari, melompat & mengekspresikan kemampuan maksimal mereka, jika bayi tersebut hanya tidur ditempat tidurnya yang nyaman sepanjang hidupnya.
Tulisan ini terinspirasi dari Bp. Steven Agustinus.
Miskin atau Kaya adalah sebuah pilihan. Secara pribadi saya kurang setuju dengan istilah "nasib" atau "takdir" karena sebenarnya Tuhan sudah memberikan kemampuan dan potensi untuk bertahan dan bangkit dari kondisi terburuk yang kita alami.
Kadang saya heran dengan orang yang selalu berkata bahwa mereka ditakdirkan sebagai orang miskin, sekarang pertanyaannya...mengapa ada orang-orang sukses yang mempunyai masa lalu hidup dalam kemiskinan bisa bangkit menjadi orang yang berhasil dan kaya?? Berarti pernyataan seperti itu hanya "sebuah" alasan yang dijadikan dasar oleh orang "miskin" tersebut, yang merupakan manifestasi dari "kemalasan" mereka untuk bangkit dan berjuang keluar dari kemiskinan mereka.
Dalam sebuah pandangan (agama) tertentu menyatakan bahwa kemiskinan adalah jalan hidup yang harus mereka jalani sebagai wujud pengabdian mereka kepada kepercayaan/Tuhannya... sekarang pertanyaannya : bagaimana orang lain "MAU" mengikuti jalan hidup mereka utk percaya kpd Tuhan mereka kalau hidupnya penuh kekurangan, selalu minta-minta dan butuh belas kasihan.
Kembali kepada pernyataan saya diatas...kaya atau miskin adalah pilihan kita.
Ada beberapa Mentalitas Orang Miskin yang harus kita buang jauh-jauh :
1. Ogah-ogahan untuk mencoba sesuatu yang baru
Jika ada hal-hal yang baru, orang yang memilki mentalitas ini akan malas untuk mencoba. Padahal didalamnya ada banyak peluang yang bisa diraihnya yang bisa membawa mereka pada keberhasilan.
Bagi orang sukses...mungkin hal tersebut baru dan mereka tidak tahu apa-apa, tetapi dalam tekad mereka, apa salahnya mencoba hal yang baru, kalaupun tidak berhasil toh merupakan pembelajaran bagi mereka...NOTHING TO LOSE...dan kalaupun berhasil, ini merupakan keberhasilan yang belum tentu bisa dialami oleh orang lain.
2. Memiliki 1001 alasan untuk tidak bertindak/berusaha
Sekali lagi, mereka memiliki banyak alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Orang miskin sangat "KREATIF" untuk memberikan alasan-alasan, mereka selalu mengedepankan kelemahan-kelemahan yang mereka miliki sebagai bahan yang dijadikan landasan untuk tidak mengerjakan peluang yang ada didepan mata mereka.
Contohnya : Nggak ada modal lah...terlalu sulit lah...terlalu beresiko lah...saingannya banyak lah...dan masih banyak lagi pertimbangan-pertimbangan yang lain.
Padahal dibalik peluang tersebut ada 1001 jalan dan kreatifitas yang bisa ditempuh meskipun itu sulit, beresiko, mahal dan memiliki banyak saingan.
3. Kalaupun ada usaha yang dilakukan, tidak ada persistensi yang tinggi
Muncul istilah...Yang Kaya Makin Kaya, Yang Miskin Makin Miskin...memang kemampuan orang kaya beda dengan orang miskin sehingga memampukan mereka untuk meraih sesuatu yang mereka harapkan...yang akhirnya bertambah kayalah orang kaya tersebut.
Disinilah letak kesalahannya...orang miskin cepat menyerah dengan kondisi dan keadaan yang menghimpit mereka...nggak salah jika orang miskin semakin miskin.
Saya tidak hanya berbicara masalah uang tetapi juga kemampuan, kreatifitas dan daya juang seseorang.
Orang miskin selalu merasa bahwa mereka tidak mampu, nggak ada sesuatu yang bisa mereka gunakan sebagai kekuatan mereka...yang pastinya selalu berpikir "UNDER ESTIMATE".
Sehingga kesuksesan yang mereka raih adalah "KESUKSESAN SEMENTARA" yang berumur pendek.
4. Terlalu cepat berpuas diri dengan hal-hal yang kecil yang dia miliki
Berpuas diri dan bersyukur adalah sesuatu yang jauh berbeda meskipun tipis secara pengertian.
Kita harus bersyukur dengan kondisi yang kita alami dan atas rejeki yang kita terima tetapi jangan cepat berpuas diri dengan hasil yang sudah kita raih.
Berpuas diri dapat mematikan potensi yang masih kita miliki, yang bisa kita pakai untuk meraih sesuatu yang lebih besar.
Orang sukses bukanlah orang tamak, tetapi orang yang selalu bersyukur dan selalu memiliki keinginan untuk "MENGOLAH" rasa syukur mereka menjadi semangat baru untuk ber-inovasi & berkreasi. Mereka sadar akan potensi mereka sehingga ada sebuah PASSION untuk segera merealisasikan potensi tersebut menjadi sesuatu yang lebih berharga.
Zona Kenyamanan sebagai tempat yang paling aman yang dimiliki orang miskin...meskipun mereka hidup dalam kemiskinan. Mereka selalu menggunakan kedok "pasrah" untuk menerima kondisi mereka dan selalu berkata "Mengucap syukurlah dalam segala keadaan" tanpa berusaha untuk maju & berkembang meraih apa yang sebenarnya bisa dia raih dan kerjakan.
Akhir kata...seorang bayi tidak dapat menjadi orang dewasa yang bisa berjalan, berlari, melompat & mengekspresikan kemampuan maksimal mereka, jika bayi tersebut hanya tidur ditempat tidurnya yang nyaman sepanjang hidupnya.
Tulisan ini terinspirasi dari Bp. Steven Agustinus.
No comments:
Post a Comment
Komentar Anda