Oleh : Bagusras
Integritas, sebuah kata yang memiliki makna yang luar biasa, tetapi bagi sebagian orang makna integritas menjadi sepele bahkan bisa ditukar dengan sesuatu yang tidak bermakna.
Bagi saya pribadi, mempertahankan sebuah integritas sama seperti mempertahankan nyawa kita, dengan kata lain, jika kita ingin dipandang bahwa kita masih "hidup" maka jangan mengganti atau menjual integritas kita dengan hal-hal yang sepele agar tujuan pribadi kita tercapai atau terpenuhi. Bila hal itu terjadi, maka orang yang ada disekitar kita akan memandang sebelah mata siapa diri kita bahwa tidak memandang kita sama sekali karena kita dianggap barang mati, yang tidak ada artinya sama sekali.
Dalam paradigma saya, sebuah integritas akan muncul jika orang-orang yang ada disekitar kita mulai mencari kelemahan kita. Mungkin kita bisa berkata, toh aku ini orang hebat yang memiliki banyak talenta, tetapi jangan salah bahwa kebodohan kecil akan menggelinding seperti bola salju dan akan memakan diri kita.
Harus kita sadari, kecenderungan orang yang ada disekeliling kita adalah mencari kesalahan dan kelemahan kita dan orang banyak mengatakan bahwa hal itu adalah suatu hal yang lumrah.
Kita upayakan untuk menanggulangi kelemahan yang dapat menjadi batu sandungan dalam hidup kita seoptimal mungkin. Jangan biarkan orang lain mendapati kita masih berkecimpung dalam kesalahan yang sama. Sebagai manusia kita memang penuh dengan keterbatasan, tetapi kita meminta campur tangan Tuhan menolong kita untuk mengatasinya.
Ingat, membangun integritas membutuhkan waktu bertahun-tahun, tetapi untuk menghancurkan integritas hanya dibutuhkan sebuah tindakan bodoh.
Integritas, sebuah kata yang memiliki makna yang luar biasa, tetapi bagi sebagian orang makna integritas menjadi sepele bahkan bisa ditukar dengan sesuatu yang tidak bermakna.
Bagi saya pribadi, mempertahankan sebuah integritas sama seperti mempertahankan nyawa kita, dengan kata lain, jika kita ingin dipandang bahwa kita masih "hidup" maka jangan mengganti atau menjual integritas kita dengan hal-hal yang sepele agar tujuan pribadi kita tercapai atau terpenuhi. Bila hal itu terjadi, maka orang yang ada disekitar kita akan memandang sebelah mata siapa diri kita bahwa tidak memandang kita sama sekali karena kita dianggap barang mati, yang tidak ada artinya sama sekali.
Dalam paradigma saya, sebuah integritas akan muncul jika orang-orang yang ada disekitar kita mulai mencari kelemahan kita. Mungkin kita bisa berkata, toh aku ini orang hebat yang memiliki banyak talenta, tetapi jangan salah bahwa kebodohan kecil akan menggelinding seperti bola salju dan akan memakan diri kita.
Harus kita sadari, kecenderungan orang yang ada disekeliling kita adalah mencari kesalahan dan kelemahan kita dan orang banyak mengatakan bahwa hal itu adalah suatu hal yang lumrah.
Kita upayakan untuk menanggulangi kelemahan yang dapat menjadi batu sandungan dalam hidup kita seoptimal mungkin. Jangan biarkan orang lain mendapati kita masih berkecimpung dalam kesalahan yang sama. Sebagai manusia kita memang penuh dengan keterbatasan, tetapi kita meminta campur tangan Tuhan menolong kita untuk mengatasinya.
Ingat, membangun integritas membutuhkan waktu bertahun-tahun, tetapi untuk menghancurkan integritas hanya dibutuhkan sebuah tindakan bodoh.
No comments:
Post a Comment
Komentar Anda